Minggu, 11 Agustus 2013

be careful with sugar

Konsumsi gula berlebih bisa meningkatkan berat badan. Hal itu memang jelas. Namun ada banyak ancaman lain dari gula bagi kesehatan tubuh. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Huffington Post berikut ini.
JantungSebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa konsumsi gula berlebih mampu mengganggu mekanisme jantung dalam memompa darah. Sehingga jika hal itu dibiarkan, gula sama saja dengan meningkatkan risiko gagal jantung.
Lemak di perutKasus obesitas semakin meningkat karena banyak orang menjalani gaya hidup yang tidak sehat, salah satunya adalah konsumsi gula berlebihan. Gula memang berperan sebagai salah satu penyebab utama lemak tertimbun di lingkar pinggang dan perut.
Pembunuh diam-diamBukan cuma garam dan tekanan darah tinggi yang bisa membunuh diam-diam, gula juga sama. Sebab ketika orang mengalami kegemukan akibat gula, sebagian besar dari mereka menganggapnya wajar. Padahal jika dibiarkan, ada banyak penyakit yang mengancam.
KankerKonsumsi gula dalam jumlah tinggi sama dengan kesempatan bertahan hidup yang relatif rendah bagi para penderita kanker, khususnya kanker payudara dan kanker usus besar.
KecanduanSifat gula begitu buruk, hampir sama dengan alkohol yang bisa membuat seseorang kecanduan. Ketika gula ditinggalkan, 'pecandu' akan terus merasa lapar dan ingin makan gula lagi.
HatiPenelitian lain tahun lalu juga membuktikan bahwa gula dan alkohol punya efek yang sama bagi hati, yaitu bersifat racun. Fungsi hati bahkan bisa mengalami gangguan dan kerusakan akibat konsumsi gula berlebihan.
OtakBahaya lain dari gula bagi kesehatan tubuh bisa dilihat dari kondisi otak. Sebuah penelitian pada tahun 2009 pun membuktikan kalau konsumsi gula berlebih berkaitan erat penuaan sel-sel dalam otak.
TersembunyiBeberapa makanan memang tidak punya rasa manis, seperti saus tomat sampai roti. Namun ternyata gula bisa saja bersembunyi di dalamnya. Oleh sebab itu konsumsi makanan harus selalu diperhatikan.
UsiaSekitar 180.000 kematian di dunia diduga dikarenakan oleh konsumsi berpemanis, demikian menurut penelitian terbaru. Tidak heran, sebab gula memang berhubungan dengan risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes.
DiabetesInilah bahaya gula yang paling sering disebutkan oleh para ahli, diabetes. Gula berlebih mengganggu sistem insulin, sehingga konsumsinya yang tidak dikontrol mampu meningkatkan diabetes tipe 2.
Itulah berbagai bahaya gula bagi kesehatan tubuh. Meski gula dibutuhkan, namun jangan sampai mengonsumsinya secara berlebihan.

honey for hero

Sudah sejak lama madu digunakan sebagai pengobatan dan kecantikan. Madu memang mempunyai jutaan khasiat yang menakjubkan untuk kesehatan. Yuk simak keajaiban madu lainnya untuk tubuh, dilansir healthmeup (2/8).
  • Madu kaya senyawa humektan. Hal ini membantu mempertahankan kadar air dalam kulit dan mengembalikan elastisitasnya, sehingga membuat kulit lentur.
  • Madu membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah munculnya keriput.
  • Antibakteri dan antimikroba pada madu membantu mencegah pertumbuhan bakteri tertentu. Sehingga digunakan untuk mengobati luka bakar dan lecet.
  • Madu membantu membersihkan luka,mengurangi bau dan nanah dan meningkatkan penyembuhan cepat.
  • Madu digunakan untuk mengobati kulit rusak dan regenerasi sel-sel kulit baru. Madu efektif menyembuhkan eksim, dermatitis dan gangguan kulit lainnya.
  • Sifat anti-jamur dalam madu, dapat membantu menyembuhkan infeksi pada kaki
  • Madu sarat dengan antioksidan alami, yang membantu melindungi kulit dari kerusakan ultraviolet.
  • Madu dapat digunakan sebagai tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
  • Madu bisa menembus lapisan atas kulit, jadi dapat mengelupas kotoran. Serta membantu melawan infeksi dan mencegah masalah jerawat.
  • Madu adalah pelembap kulit yang baik dan efektif meremajakan kulit.
  • Penerapan madu pada bibir pecah-pecah dan keriput akan membuat mereka sangat halus dan lembut.
  • Madu terdiri dari gula seperti glukosa dan fruktosa dan mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium klor, belerang, besi, dan fosfat.
  • Madu mengandung vitamin B1, B2, C, B6, B5 dan B3, yodium, dan seng.
  • Madu dapat meningkatkan daya tahan dan mengurangi kelelahan otot.
  • Madu membantu pada wanita yang mengalami morning sickness saat hamil.
  • Konsumsi madu secara teratur akan meningkatkan penyerapan kalsium dan jumlah hemoglobin yang membantu untuk melawan anemia.
  • Madu membantu menurunkan kolesterol serta meningkatkan HDL (kolesterol baik).
  • Madu membantu membersihkan sistem pernapasan dari lendir.
  • Madu membantu memodulasi sistem kekebalan tubuh, mencegah terulangnya infeksi.
  • Madu memainkan peran penting dalam mengelola obesitas. Madu membantu mempercepat metabolisme yang pada gilirannya membantu tubuh lebih banyak membakar lemak.
Nah, banyak banget kan manfaat madu untuk tubuh kita? Apa Anda masih ragu dengan keunggulan madu?

Kamis, 01 Agustus 2013

diambil dari suaranews.com

Pernyataan Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makassar, Qasim Mathar sebagaimana dilansir dari http://muslimdaily.net/berita/lokal/guru-besar-uin-makassar-rasulullah-, bahwa Al Quran perlu direvisi karena Nabi Muhammad SAW telah meninggal dunia sehingga tak cocok lagi dikecam oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Menurut Ketua DPP PPP, Arwani Thomafi, pernyataan Qosim tersebut sangat salah dan melukai umat Islam.
“Sepanjang zaman Al Quran harus dijaga, tidak ada celah mengubah, merevisinya. Pernyataan itu melukai umat Islam,” kata Arwani di Jakarta, Sabtu 27/7/13
Dirinya juga sedih dengan pernyataan Qosim. Sebab, katanya, Al Quran merupakan pedoman umat Muslim hingga hari akhir nanti.
“Saya sedih jika ada yang punya pandangan seperti itu (merevisi Al Quran). Keimanan kita terhadap Allah SWT dan Al Quran tidak dibatasi oleh pada zaman Nabi Muhammad SAW saja. Keutuhan Al Quran sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, berlaku sampai kiamat,” katanya seperti dirilis Antara
Berikut isi dari http://muslimdaily.net/berita/lokal/guru-besar-uin-makassar-rasulullah-: Bertempat di Lecture Theater UIN Alauddin, Samata mulai sekitar pukul 10.00 WITA – 13.00 WITA, pegiat #IndonesiaTanpaJIL wilayah Makassar bekerja sama dengan BEM-Fakultas Ilmu Kesehatan mengadakan diskusi tentang Islam Liberal dengan menghadirkan dua pembicara.
Diskusi berjalan menarik karena menghadirkan dua pembicara yang memiliki latar belakang pemikiran berbeda antara yang menolak Islam Liberal dengan yang mendukung liberalisme Islam.
Di kubu anti JIL diwakili oleh Akmal Sjafril, MPd.I, sedangkan di kubu pendukung JIL diwakili oleh Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makasar Prof. Dr. HM. Qasim Mathar.
Memulai pembicaraan mengenai definisi agama, Prof. Qasim membuat beberapa pernyataan kontroversial yang membuat diskusi berjalan ‘menarik’.
Diantara pernyataan-pernyataan kontroversial lulusan program Doktor IAIN Jakarta itu antara lain adalah: “Tidak akan kafir seseorang yang
agamanya Islam walaupun dia melenceng dari ajaran akidah Islam,” katanya seperti disampaikan oleh Zilqiah Angraini, salah seorang pegiat #IndonesiaTanpaJIL melalui akun Twitter. “Jangan teriak kafir kepada sesama umat Islam,” kata guru besar Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Makasar itu.” “Orang beragama itu ibarat lagi main bola di lapangan, bola itu kamu tendang kemana bolanya ngga akan kafir.”
“Jangan membatasi penafsiran Al Quran karena generasi ke depan lebih jago daripada generasi yang zaman dulu.” “Seharusnya dalam Islam tidak usah ada istilah poligami, karena pernikahan sempurna itu hanya monogami.” “Kalau masyarakat aman-aman saja dengan kehadiran Islam liberal, ya jangan ganggu lagi kenyamanan masyarakat itu.”
“Tuhan tidak pernah ada di depan kita, tidak pernah ada di kursi MPR. Kedaulatan bukan di tangan Tuhan.” “Sains itu bergerak ke depan bukan ke belakang. Islam juga harusnya begitu.” “Yang mengaku menjadi Nabi setelah Nabi Muhammad, ya terserah dia. itu tandanya dia mau direkam sejarah. Jadi biarkan saja.” “Rasulullah sudah meninggal, isi Al Qur’an perlu direvisi karena sudah tidak cocok lagi.”
Lebih lanjut, Prof. Qasim juga mengatakan bahwa sekarang Nabi sudah tidak ada. Menurutnya, hanya menjadi sebuah mimpi saja jika umat Islam hendak menyeragamkan pemahaman mengenai Islam.
Guru Besar yang mengaku sebagai aktivis Syiah itu juga menjelaskan karena Rasulullah sudah meninggal, maka ia mengatakan bahwa isi Al Quran perlu direvisi karena menurutnya sudah tidak cocok lagi dengn zaman.
Ia menyatakan tidak peduli dengan orang yang mau puasa atau tidak, mau berlebaran kapan. “Biarkan saja, karena Islam itu adil,” kata profesor kelahiran Makassar pada tanggal 21 Agustus 1947 itu seperti dilaporkan Zilqiah.
Prof. Qasim yang pro JIL berpesan agar umat Islam tidak usah ditanamkan dan tidak perlu disatukan, ia menyarankan agar berhenti memikirkan mengajak orang untuk bersatu.
Sang Guru Besar Sejarah dan Pemikiran Islam itu kemudian menutup statement-nya dengan kalimat, “jangan mimpi dan sibuk mikirin untuk menyeragamkan umat muslim. capek nanti.” Kegiatan diskusi tentang Islam Liberal Kamis siang (21/06) ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara.

Kamis, 11 Juli 2013

manfaat kulit manggis



THE EFFECT GIVING OF MANGOSTEENS SKIN JUICE ON THE DECLINE LEVEL OF PAIN DYSMENORRHOEA TO THE STUDENT IN MAN WONOKROMO PLERET BANTUL, 2013[1]
Azizati Salmas Marsiami[2], Mufdlilah[3]
ABSTRACT
The incident dysmenorrhoea in the world was very big in general almost more than 50% women experienced. A research in the United States mentioned that dysmenorrhoea was experienced 30-50% the age woman of the reproduction and 10-15% caused loss of employment opportunities, disrupt the activity studied in the school and family life. This research aimed at knowing the effect giving of mangosteens skin juice on the decline in the level of pain dysmenorrhoea to the student in MAN Wonokromo Pleret, Bantul in 2013.
This research used the quasi-experimental methods (quasi-experiment) with the design of the study one group pretest-posttest. Total Samples of the research 15 respondents  who were received from 65 class students majoring in science and social studies MAN Wonokromo. Results of the research using Wilcoxon Paired Test Match Asymp results obtained. Sig 0.001 (P <0.05) then Ha is accepted and Ho is rejected. So as to be able to be concluded had the effect  giving of mangosteens skin juice on the decline in the level dysmenorrhoea.
The suggestion for the public it was hoped could make use of mangosteens skin juice to reduce the level of pain dysmenorrhoea.



Keywords                   : The level of Pain, Disminorea, Juice of mangosteens Skin
The bibliography         : The Book (2001-2012), the Internet, Jurnal
The number of pages   :  xii, 107 pages, the table 1 up to 9, the picture 3

PENDAHULUAN
Angka kejadian dismenorea di dunia sangat besar. Rata-rata hampir lebih dari 50% wanita mengalaminya. Di Inggris sebuah penelitian menyatakan bahwa 10% dari remaja sekolah lanjut tampak absen 1-3 hari setiap bulannya karena menderita dismenorea. Sedangkan hasil penelitian di Amerika persentase kejadian dismenorea lebih besar sekitar 60%, Swedia 72% dan di Indonesia 55% (Dito Anurogo, 2011). Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa dismenorea dialami oleh 30-50% wanita usia reproduksi dan 10-15% sehingga menyebabkan diantaranya kehilangan kesempatan kerja, mengganggu kegiatan belajar di sekolah dan kehidupan keluarga. Begitu pula angka kejadian dismenorea di Indonesia yang masih cukup tinggi, sementara yang berobat kedokter hanya sedikit yaitu berkisar 1-2% saja ( Abidin, 2004).
Dalam sebuah studi, wanita mengalami dismenorea derajat ringan sampai berat 74,1% sedangkan hanya 25,9% yang tidak mengalami dismenorea. Sedangkan 50% dari wanita yang sedang haid mengalami dismenorea dan 10% mempunyai gejala yang hebat sehingga memerlukan istirahat di tempat tidur. Wanita dengan dismenorea mempunyai lebih banyak libur kerja dan prestasi kurang begitu baik di sekolah dibandingkan wanita yang tidak mengalami dismenorea (Hacker& Moore, 2011).
Syndrome dismenorea bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang timbul akibat adanya kelainan dalam rongga panggul yang sangat menggangu aktivitas perempuan, bahkan seringkali mengharuskan penderita beristirahat dan meninggalkan pekerjaanya selama berjam-jam akibat dismenorea (Babak, 2004). Dismenorea primer dimulai dari wanita yang berumur 2-3 tahun setelah menarche dan mencapai maksimalnya pada usia 15-25 tahun. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukan bahwa dismenorea primer tersebut dialami oleh 60-70% perempuan muda. Dari tiga perempat jumlah tersebut mengalami dismenorea dengan intensitas ringan / sedang. Sedangkan seperempatnya mengalami dismenorea dengan tingkat berat dan terkadang menyebabkan penderita tidak berdaya menahan nyeri tersebut ( Hendrik, 2006).
Peran pemerintah dalam menangani kejadian dismenorea ini adalah dengan ditetapkannya UUTK pasal 81 ayat 1, bahwa wanita yang merasakan sakit akibat menstruasi tidak wajib masuk kerja pada hari pertama dan kedua menstruasi. Perusahaan wajib mengabulkan permohonan izin cuti haid jika memang tidak dapat bekerja secara produktif pada hari-hari tersebut (Widjaya, 2007). Selain itu pemerintah juga berperan dalam memberikan pendidikan kepada tenaga kesehatan untuk penanganan kepada remaja atau pelajar yang mengalami dismenorea.
Banyak hal yang dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri pada dismenorea primer, misalnya penggunaan kompres hangat, mengkonsumsi obat-obatan analgetik, olahraga teratur, akupuntur, dan mengkonsumsi produk-produk herbal yang telah dipercaya khasiatnya (Smith, 2003). Wanita di Indonesia khususnya remaja yang mengalami dismenorea lebih banyak mengatasinya dengan mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri yang beredar di pasaran. Menurut Pryambodho (2010) obat penghilang nyeri di pasaran apabila di minum dengan dosis yang tidak tepat dan secara terus menerus berakibat ketagihan terhadap pengunaan obat dan menekan sistem pernapasan, over dosis, sakit kepala, mual, muntah, serta gangguan jantung, ginjal dan liver. Berdasarkan survei terhadap pelajar dari lima sekolah lanjutan pertama di Jakarta, pada tahun 2002 didapatkan sedikit sekali di antara mereka yang berobat ke dokter. Mereka membeli obat-obat penghilang nyeri hanya dapat mengurangi nyeri haid sementara waktu, dan dalam jangka panjang dapat berdampak buruk ke ginjal dan liver (Baziad, 2004). Bahkan sebagian masyarakat beranggapan bahwa nyeri akan hilang setelah wanita menikah, sehingga mereka membiarkan gangguan tersebut (Admin, 2005).
Salah satu produk herbal dan alami tanpa efek samping dalam penggunaan waktu yang lama adalah kulit manggis, karena kandungan pada kulit manggis mengandung banyak antioksidan yang tinggi dengan aktivitas yang kuat, selain itu juga disebutkan bahwa manggis memiliki kandungan berbagai jenis vitamin maupun mineral yang penting bagi tubuh seperti Fe, Serat, Calsium, Vitamin C, Kalium, Vitamin B2, Protein, Katecin/tannin, Fosforus, Na, Vitamin B1, Niasin.
Kulit manggis mengandung xanthone yang mempunyai sifat sebagai antioksidan kuat, anti-inflamasi yang akan menghambatpelepasan prostaglandin yang berlebihan melalui jaringan epitel uterus sehingga mengurangi terjadinya syndrome dismenorea (Sahroni, 2012).
Berdasarkan studi pendahuluan di MAN Wonokromo yang dilakukan penulis pada Februari 2013 didapatkan hasil yaitu dari 65 siswi, 60 siswi diantaranya menderita dismenorea, 10 mengalami dismeorea berat dan 50 lainnya mengalami dismenorea sedang sampai ringan. Dari 60 siswi tersebut 30 (50%) siswi mengatakan minum jamu-jamuan ramuan sendiri atau dari pasar untuk menghilangkan nyeri dismenorea, sedangkan 6 (10%) siswi menggunakan obat-obatan baik dari dokter atau membeli sendiri dari apotek dan 40% diantaranya membiarkan nyeri tersebut begitu saja.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan suatu masalah yaitu “Apakah Ada Pengaruh Pemberian Jus Kulit Manggis terhadap Penurunan Derajat Nyeri Dismenorea pada Siswi di MAN Wonokromo Pleret, Bantul tahun 2013? ”.
TUJUAN PENELITIAN
Diketahuinya pengaruh pemberian jus kulit manggis terhadap penurunan derajat nyeri dismenorea pada siswi di MAN Wonokromo Pleret, Bantul  tahun 2013 ”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) atau percobaan adalah kegiatan penelitian yang dilakukan dengan memberikan percobaan atau perlakuan. Desain penelitian ini menggunakan rancangan One Group Pretest-Postest (Notoatmojo, 2005).
Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas II Jurusan IPA dan IPS MAN Wonokromo yakni 65 orang. Jumlah sampel yang diambil peneliti dari jumlah populasi adalah 15 responden, penentuan jumlah sampel ini berdasarkan pada jumlah sampel minimal yaitu 10 responden, untuk penelitian eksperimen dengan taraf kesalahan 5% (Sugiyono, 2010).
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda nonparametrik. Uji beda non parametrik test digunakan bagi data yang berskala nominal atau ordinal atau yang mempunyai skala interval atau ratio tetapi tidak normal (Arikunto, 2006). Karena data berskala ordinal dan membandingkan nilai sebelum diberi intervensi dan setelah diberi intervensi dengn hipotesis komparatif dua sampel yang berkorelasi maka uji beda yang digunakan adalah uji Wilcoxon Match Paired Test
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1.6 Pengaruh Pemberian Jus Kulit Manggis Terhadap Penurunan Derajat Nyeri Dismenorea Pada Siswi MAN Wonokromo Pleret, Bantul 2013.
Intensitas Nyeri
No    Pretest          Katagori      Posttest         Katagori               Selisih
 

1          9           nyeri hebat           2             nyeri ringan         7
2          5           nyeri sedang        0             tidak nyeri           5
3          7           nyeri hebat           1             nyeri ringan         6
4          6           nyeri sedang        2            nyeri ringan         4
5          7           nyeri hebat           3             nyeri ringan             4
6          5           nyeri sedang        1             nyeri ringan             4
7          7           nyeri hebat           1             nyeri ringan         6
8          5           nyeri sedang        0             tidak nyeri           5
9          4           nyeri sedang        0             tidak nyeri           4
10        5           nyeri sedang        1             nyeri ringan         4
11        6           nyeri sedang        1             nyeri ringan         5
12        7       nyeri hebat          2                           nyeri ringan                         5
13        7       nyeri hebat          1                           nyeri ringan                         6    
14        8       nyeri hebat          0                           tidak nyeri           8
15        6       nyeri sedang        1                          nyeri ringan                         5


 
Sumber: Data Primer, 2013
Tabel 1.6 menunjukkan bahwa dari 15 responden, semua responden mengalami penurunan derajat nyeri dismenorea, yaitu sebanyak 15 responden. Penurunan terjadi baik dari nyeri hebat turun menjadi nyeri sedang dan nyeri ringan hingga tidak nyeri,serta nyeri sedang turun menjadi nyeri ringan sampai tidak nyeri. Selisih penurunan derajat nyeri dismenorea maksimal adalah 8 dan paling sedikit yaitu 4.
Untuk membuktikan pengaruh pemberian jus kulit manggis terhadap penurunan derajat nyeri dismenorea pada siswi MAN Wonokromo Pleret, maka dilakukan Uji Statistik Wilcoxon Match Paired Test. Hasil Uji Statistik Wilcoxon Match Paired Test dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1.7 Hasil Uji Statistik Pengaruh Pemberian Jus Kulit Manggis Terhadap Penurunan Derajat Nyeri Dismenorea Pada Siswi MAN Wonokromo Pleret, Bantul 2013 menggunakan Wilcoxon Match Paired Tes.
Post test, Pre test    N    Mean        Sum Of Rank   Test statistik                                                                                                             ZAsimp.Sig


 
Negative Rank            15      8,00                         120,0                 -3,48      0.01
Positive Rank           0        0,00                           0,00
Sumber : Data Primer yang diolah
Tabel 1.7 menunjukkan bahwa untuk nilai pretest posttest didapatkan nilai negative rank 8,00 disebabkan karena dari 15 responden semuanya mengalami penurunan. Didapatkan pula nilai Z sebesar – 3,438 dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,001.Untuk menentukan hipotesis diterima atau ditolak maka besar Asymp.Sig.dibandingkan dengan taraf kesalahan 5% (0,05). Jika Asymp.Sig. lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak, dan jika Asymp.Sig. kurang dari 0,05 maka hipotesis diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Asymp.Sig.lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,001. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian jus kulit manggis terhadap penurunan derajat nyeri dismenorea pada siswi MAN Wonokromo Pleret, Bantul 2013.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mempunyai Asymp.Sig.yang lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,001. Hal ini menunjukkan bahwaadanya pengaruh pemberian jus kulit manggis terhadap penurunan tingkat nyeri dismenorea pada siswi MAN Wonokromo Pleret, Bantul.Responden yang mengalami penurunan derajat nyeri dismenorea disebabkan karena adanya perlakuan berupa pemberian jus kulit manggis. Dari tabel 1.6 juga dapat terlihat bahwa responden yang diambil dalam penelitian yaitu responden yang memiliki dismenorea sedang dan berat, sedangkan untuk dismenorea ringan tidak diambil sebagai responden. Hal tersebut dikarenakan pada derajat nyeri dismenorea berat dan sedang sangat mengganggu aktifitas sehari-hari dan ketika di ukur dengan skala numerik dapat terlihat jelas penurunan derajat nyeri setelah pemberian jus kulit manggis.
Pada dismenorea sedang responden masih dapat melakukan kegiatannya sehari-hari walaupun responden melakukan relaksasi dan memberi minyak angin untuk mengurangi nyerinya. Sedangkan pada responden dengan dismenorea berat peneliti mengunjungi rumah responden untuk memberikan jus kulit manggis.Hal tersebut sesuai menurut pendapat Manuaba (2001) yaitu dismenorea berat menyebabkan penderitanya untuk beristirahat beberapa hari dan dapat disertai sakit kepala, kram pada pinggang, diare dan rasa tertekan.
Penurunan derajat nyeri dismenorea pada siswi Wonokromo Pleret, Bantul disebabkan karena kandunganxanthonepada kulit manggis yang bermanfaat untuk mengurangi nyeri dismenorea dan membantu mengatasi efek peningkatan produksi hormon prostalglandin. Dengan demikian, semakin banyak mengkonsumsi jus kulit manggis maka derajat nyeri dismenorea yang dialami semakin menurun.Kulit manggis dikatagorikan sebagai limbah yang memiliki banyak manfaat yaitu mengandung 50 senyawa xanthone. Xanthone adalah bioflavoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antitumor, antihistamin dan antiimflamasi. Komposisi xanthone (mg) 123,97 mg yaitu vitamin B1 20,66 mg, vitamin B2 1,79 mg, vitamin B6 0,946 mg dan vitamin C 17,92 mg (Tjahjaningtyas, 2011).
KESIMPULAN
Presentase hasil Pretest, 7 responden (46,7%) mengalami nyeri hebat dan 8 responden (53,3%) mengalami nyeri sedang. Sedangkan hasil Postest, sebagian besar mengalami penurunan menjadi nyeri sedang yaitu sebesar 11 responden (73,3%) dan 4 responden mengalami penurunan nyeri yaitu tidak nyeri sebanyak 4 responden (26,7%).
Hasil uji statistik nonparametris dengan uji Wilcoxon Match Paired Test, didapatkan hasil nilai Z sebesar – 3,438 dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian jus kulit manggis terhadap penurunan derajat nyeri dismenorea.
KEPUSTAKAAN
Arikunto, S,. (2002). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Aulia, 2009,. Kupas Tuntas Menstruasi. Jakarta : Millestone.
Babak, L,. (2004). Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.
Banziad, Ali. (2003).Endokrinologi Ginekologi. Jakarta : KSERI.
Depkes RI. (2005). Profil Kesehatan. Jakarta: Depkes.
Dito, Nugroho,. (2011). Catatan Kuliah Ginekologi dan Obstetri (Obsgyn) untuk Keperawatan dan Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika
Dwi, Cristina R,. (2012). Perbedaan Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Kompres Hangat dalam Menurunkan Dismenorea pada Remaja SMA Negeri 3, Padang.
Dyah, Pradya,. (2010). Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Dismenorea dengan Prilaku Penanganan Dismenorea pada Siswi SMK YPKK 1 Sleman Yogyakarta.
Elif, Oral and friends,. (2012). Premenstrual Symptom Severity, Dysmenorrhea, and School Performance in Medical Students.
Hacker, Moore,.(2011). Esensial Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Hipokrates.




[1] Title Of The Research
[2] Student Midwife On  Diploma Program of  STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta
[3] Lecturer  Of STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta